Kemiskinan Problem Serius di Jateng

|

SEMARANG (JT-News) - Kemiskinan dan pengangguran saat ini masih menjadi masalah terberat di Provinsi Jawa Tengah. Angka kemiskinan sebesar 15,23% dan angka pengangguran mencapai 5,88% dari populasi penduduk Jateng sekitar 32 juta orang.
Data tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jateng. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jateng, Rustriningsih, dalam Pembukaan Seminar dan Expo Program Mahasiswa Wirausaha Politeknik se-Indonesia Tahun 2012, di Politeknik Negeri Semarang, Kamis (8/11).
“Tantangan terberat adalah menekan menekan besarnya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Di Jawa Tengah, angka pengangguran mencapai 5,88% dan angka kemiskinan sebesar 15,23%,” papar Wagub.
Ditambahkannya, berbagai program pro job dan pro poor telah dikembangkan, diantaranya melalui percepatan Misi ke-2 yang menjadi prioritas Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2008-2013, yaitu pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan intensifikasi pertanian dalam arti luas, UMKM dan industri padat karya. “Implementasinya adalah mendorong pembangunan sektor pertanian dalam arti luas dan pemberdayaan UMKM, melalui pengem-bangan Provinsi Vokasi dan Desa Vokasi,” imbuhnya.
Caranya, lanjut Wagub, mempersiapkan SDM yang terdidik dan terampil serta berdaya saing, sehingga mampu berkompetisi secara sehat, serta mampu membuka seluas-luasnya lapangan pekerjaan. Pada kesempatan itu, Wagub menambahkan, konsep kewirausahaan seharusnya tidak hanya dikembangkan di Politeknik, tetapi juga di kampus-kampus umum lainnya.
“Jangan jadi job seeker, tapi jadilah job creator. Jangan berpikir kapan saya di gaji orang Rp 10 juta, tetapi mulai diganti mindset-nya, kapan saya akan menggaji orang Rp 10 juta,” kata Wagub.
Dalam kesempatan itu, Wagub juga meninjau expo yang pesertanya adalah mahasiswa-mahasiswa Politeknik dari seluruh Indonesia. Dalam expo itu ditampilkan berbagai hasil karya para mahasiwa-mahasiswa Politeknik yang berpotensi dikembangkan sebagai bidang usaha yang mampu mengatasi persoalan pengangguran dan kemiskinan.

Dalam Jawa Tengah | Tags

Tinggalkan Pesan

Komentar Terakhir

CLOSE