Pengguna Seluler Lampaui Jumlah Penduduk

|

PENGGUNA di Indonesia diperkirakan mencapai 250 juta, ini melampaui jumlah penduduk yang ada di kisaran 240 juta. Namun hal itu belum tentu baik bagi industri.

“Indonesia sudah bisa dibilang sukses sekali dalam hal penetrasi jumlah pelanggan selular, sampai sekarang sudah mengalami saturasi (kejenuhan). Industri harus mewaspadai itu,” kata Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Sarwoto Atmosutarno di Jakarta, Jumat (13/1/2012).

Anehnya, meski penetrasi jumlah pelanggan selular melebihi jumlah penduduk Indonesia, tingkat pendapatan rata-rata per pengguna (Average Revenue Per User/ARPU) di Indonesia hanya sekitar Rp 20.000.  Sarwoto menganggap nilai tersebut masih kecil, bahkan dibandingkan dengan nilai ARPU di negara tetangga.

Lebih Murah dari Parkir
“Nilai ARPU kita masih lebih rendah dibandingkan membayar harga karcis (parkir-red.) mobil atau motor sehari. Ini menjadi tantangan kita,” katanya.

Manager Public Relations Corporate Communication XL Axiata Henry Wijayanto menyatakan pihaknya juga mengalami penurunan ARPU.  Di kuartal III-2011, nilai ARPU XL Axiata masih sebesar Rp 32.000. Padahal, periode yang sama di 2010 nilai ARPU XL Axiata masih Rp 34.000.  Hingga akhir 2011, jumlah pelanggan XL Axiata mencapai 45 juta. Sekitar 24 juta-nya adalah pelanggan data.

Untuk mengatasi hal tersebut, lanjut Sarwoto, industri telekomunikasi harus menghemat biaya operasional. Kemudian, mereka perlu meningkatkan kapasitas jaringan data.

Henry mengatakan pihaknya juga akan melakukan berbagai langkah. Termasuk, penambahan value added service dan peningkatan kapasitas jaringan 3G.  Ke depan, ujar Sarwoto, pelanggan seluler cenderung lebih gencar dalam hal penetrasi layanan data dibandingkan voice dan SMS. Penetrasi data yang lebih besar pun diharapkan dapat meningkatkan ARPU.

Potensi 4G LTE

Itulah mengapa, Sarwoto menilai, operator juga harus berani berinvestasi di jaringan 4G LTE (Long Term Evolution). Selain, tentunya, memperluas jaringan 3G mereka. Di sisi lain, upgrade ke jaringan 4G dan perluasan 3G masih memiliki masalahnya. Misalnya, soal perangkat di sisi konsumen (handset, modem dan lainnya) yang masih mahal.

“Saat ini harga perangkat 3G ke atas masih sekitar 100 dollar AS per unit. Seharusnya harga perangkat bisa 60 dollar AS per unit,” harapnya. (kompas.com/JT-1)

Dalam IPTEK | Tags ,, ,

Tinggalkan Pesan

Komentar Terakhir

CLOSE