Berkas Kasus Pembobolan BPD Masuk Penuntutan

|

SEMARANG (JT-News) – Berkas pemeriksaan dua tersangka kasus pembobolan Bank Jateng Unit Syariah Surakarta dilimpahkan jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah ke jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Surakarta.

“Status penanganan kasus pembobolan Bank Jateng Unit Syariah Surakarta dengan tersangka Teguh Wahyu Pramono dan Bagus Joko Suranto mulai ditingkatkan ke tahap penuntutan,” kata Asisten Pidana Khusus Kejati Jateng Ali Mukartono di Semarang, Rabu (18/1).

Terkait pelimpahan berkas pemeriksaan dua tersangka kasus pembobolan Bank Jateng Syariah Surakarta ini, Ali mengharapkan jaksa penuntut umum dari Kejari Surakarta dapat segera menyusun berkas dakwaan. Menurut dia, kasus pembobolan Bank Jateng Syariah Surakarta lebih sederhana dibandingkan kasus pembobolan Bank Jateng dan Bank Jateng Syariah Semarang karena transaksinya lebih sedikit. “Mudah-mudahan pada akhir Januari 2012 dakwaan sudah selesai disusun dan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang agar bisa segera disidangkan,” ujarnya.

Arif Setiawan selaku penasihat hukum tersangka Bagus Joko Suranto mengaku akan segera meminta salinan berkas dakwaan kepada jaksa agar bisa menentukan langkah selanjutnya di persidangan. “Salinan dakwaan tersebut akan kami gunakan untuk menyusun pembelaan bagi klien kami,” katanya di sela pelimpahan tahap dua di kantor Kejati Jateng.

Kejaksaan telah menahan mantan Pimpinan Cabang Bank Jateng Unit Syariah Surakarta, Teguh Wahyu Pramono, setelah menjalani pemeriksaan di kantor Kejati Jateng pada 27 Oktober 2011, sedangkan tersangka Bagus Joko Suranto selaku Direktur Utama CV Inti Sejahtera ditahan pada 2 November 2011.

Kedua tersangka yang saat ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane Semarang itu dijerat dengan Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana penjara lima tahun atau lebih.

Kasus pembobolan Bank Jateng Syariah Surakarta ini berawal saat tersangka Teguh Wahyu Suranto mengalirkan dana milik nasabah bank setempat sebesar Rp6 miliar ke pengusaha untuk bisnis pengangkatan kapal tenggelam di Bengkulu yang ternyata fiktif dan menyebabkan kredit macet. (ant/JT-1)

Dalam Jawa Tengah | Tags ,,

Berita terkait

Tinggalkan Pesan

Komentar Terakhir

CLOSE