Banjir Terjang Karangawen, Demak
DEMAK (JT-News) – Tiga desa di Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (12/1) malam, dilanda banjir menyusul jebolnya tanggul sungai setempat.
Menurut Camat Karangawen, Yulianto, di Demak, Jumat, banjir terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, ketika debit air Sungai Cabean meningkat. Sedangkan tanggul sungai yang jebol pada 11 Januari 2012, katanya, belum sempat diperbaiki, sehingga air dari sungai setempat langsung mengalir ke arah perkampungan yang tersebar di tiga desa.
Atas kejadian tersebut, katanya, terdapat puluhan rumah warga yang tergenang dengan ketinggian bervariasi. Rumah penduduk yang terendam, di antaranya di Dukuh Wangun, Desa Rejosari sebanyak 83 rumah, Dukuh Cabean Kidul dan Cabean Tengah, Desa Sidorejo terdapat 164 rumah, dan Dukuh Karangmalang, Desa Brambang sebanyak 95 rumah. “Ketinggian genangan di dalam rumah warga ada yang mencapai 1 meter,” ujarnya.
Hingga kini, kata dia, genangan banjir masih terjadi di beberapa perkampungan penduduk, termasuk di jalan menuju arah Purwodadi dan Semarang tergenang hingga ketinggian 50 centimeter. Sedangkan jumlah warga yang masih mengungsi sementara, katanya, berasal dari Dukuh Cabean Kidul sebanyak 40 keluarga. “Awalnya, jumlah warga yang mengungsi cukup banyak. Kini sudah banyak yang pulang,” ujarnya.
Banjir serupa, kata dia, sudah terjadi berulang kali, karena tanggul jebol terjadi hingga berulang kali sejak 24 Desember 2011. Selanjutnya, kata dia, tanggul tersebut diperbaiki pada 1 Januari 2012, namun ketika baru dikerjakan 10 persen kembali jebol setelah diterjang banjir.
Perbaikan kembali dilakukan pada 5 Januari 2012, namun baru dikerjakan 30 persen kembali jebol, kemudian perbaikan dilanjutkan lagi pada 9 Januari 2012 dan berhasil selesai 100 persen. “Hanya saja, tanggul kembali jebol padam11 Januari 2012. Sedangkan banjir terparah pada Kamis (12/1) malam karena debit airnya cukup besar,” ujarnya.
Atas kejadian tersebut, katanya, pemkab sudah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, terutama dari Provinsi Jateng untuk penanganan banjir. Sedangkan pendistribusian logistik, katanya, sudah dilakukan.
Kepala Desa Rejosari Sardono M membenarkan, terjadinya banjir, menyusul jebolnya tanggul Sungai Cabean, sehingga air dari sungai setempat langsung mengalir ke perkampungan warga. “Jumlah rumah warga yang terendam banjir mencapai ratusan rumah, meskipun saat ini mulai surut,” ujarnya.
Ia berharap, tanggul jebol tersebut segera diperbaiki, agar banjir tidak terjadi lagi, sehingga aktivitas warga tidak terganggu. (ant/JT-1)
Dalam Demak | Tags ,banjir karangawen, demak
Email ke Teman