Ratusan Warga Geruduk Kantor Disdik Blora

|

Demo guru di Disdik Blora beberapa waktu lalu. (ILUSTRASI/diskominfo-blora.blogspot.com)

BLORA (JT-News) -  Ratusan warga mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (28/12), memprotes lelang pengadaan buku untuk perpustakaan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dari dana alokasi khusus (DAK) yang dinilai berlangsung lamban.

Aksi massa yang mengatasnamakan Komunitas Pasang Surut itu memacetkan Jalan Ahmad Yani Blora, depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blora lebih dari satu setengah jam sehingga memaksa polisi mengalihkan jalur kendaraan yang hendak menuju Rembang. Dalam unjuk rasa itu, massa menuding ada konspirasi dalam proses pelelangan antara Dinas Pendidikan dengan rekanan tertentu, sehingga menyebabkan pengadaan buku untuk perpustakaan SD dan SMP tersebut tak kunjung selesai dan berbuntut pada penolakan kiriman 22 truk berisi buku-buku pada Selasa (27/12).

Koordinator aksi, Koko Arifianto dalam orasinya mengatakan lambannya proses pelelangan pengadaan buku senilai hampir Rp20 miliar tersebut dikhawatirkan bakal mengakibatkan penerimaan buku-buku itu di masing-masing sekolah semakin molor. Namun, meski sudah berorasi hampir setengah jam, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Blora tak kunjung menemui massa.

Akibatnya, peserta aksi, termasuk anak-anak pun melempari papan identitas kantor dengan telur busuk. Tak lama berselang, Wakil Bupati Blora Abu Nafi dan Kepala Dinas Pendidikan setempat, Slamet Pamuji menemui para pengunjuk rasa. Abu Nafi mengatakan Pemkab Blora memang berhati-hati dalam menjalankan tahapan lelang karena sebelumnya ada enam daerah di Jawa Tengah tersandung kasus hukum, akibat lelang buku yang bermasalah.

Sementara Slamet Pamuji menyatakan bahwa sampai saat ini, pemenang lelang pengadaan buku dengan nilai masing-masing Rp8,9 miliar untuk perpustakaan SD dan Rp11 miliar untuk perpustakaan SMP tersebut memang belum diumumkan.  “Tahapan lelang baru memasuki masa jawaban sanggah banding untuk rekanan. Dan setiap tahapan memang harus kami lalui secara urut,” kata dia.

Ia pun mengaku heran terkait pengiriman buku sebanyak 22 truk oleh CV Lima Maritu asal Bogor ke Blora pada Selasa (27/12), padahal lelang belum ditentukan pemenangnya. “Kami akan segera menyelesaikan urusan (pelelangan) ini dan buku-buku untuk perpustakaan SD dan SMP di Kabupaten Blora segera diterima setelah pemenang lelang ditetapkan dan surat perintah kerja (SPK) sudah diterbitkan,” kata dia.

TRUK BUKU

Setelah mendapatkan penjelasan dari Wakil Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora tersebut, massa pun membubarkan diri di bawah penjagaan ketat aparat Polres Blora. Sementara, hingga Rabu petang, 22 truk pengangkut buku masih parkir di bekas Terminal Blora.

Wardiyono, seorang sopir asal Solo mengaku bingung sebab sesuai dengan faktur pengiriman Nomor 099/MMU-SJ/XI/2011, dirinya memang harus mengirimkan buku-buku tersebut ke Kabupaten Blora. “Kami jadi bingung ketika sudah sampai sini (Blora) malah kirimannya ditolak dan tidak boleh dibongkar. Kami juga tidak tahu apakah harus pulang atau bertahan di sini,” kata dia.

Ia pun mengaku menunggu konfirmasi dari pihak perusahaan yang dirinya dan 21 awak angkutan lain mengirimkan buku ke Kabupaten Blora.

“Penanggung jawab pengiriman buku ini adalah PT Multazam Mulia Utama yang beralamat di Jalan Batu Ampar II Nomor 46 Jakarta Timur, sehingga kami menunggu konfirmasi dari perusahaan. Kami khawatir jika terlalu lama, ongkos makan selama berada di Blora bakal membengkak,” kata sopir pocokan yang hanya dibayar sekali berangkat dari Jakarta-Blora. (ant/JT-1)

Dalam Blora,Pati | Tags ,,

Tinggalkan Pesan

Komentar Terakhir

CLOSE