Angka Kemiskinan di Semarang Meningkat

|

 

ILUSTRASI/rupublika.co.id

SEMARANG (JT-News) – Jumlah warga miskin di Kota Semarang pada 2011 sebanyak 448.398 jiwa atau naik 0,04 persen dibandingkan dengan 2009 antara lain karena banyaknya pendatang yang masuk Ibu Kota Jawa Tengah itu.

Saat penetapan warga miskin di Semarang, Kamis (29/12), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang Bambang Haryono menyebutkan, jumlah 448.398 jiwa tersebut terdiri atas 128.647 kepala keluarga (KK). “Total penduduk Semarang 2011 sebanyak 1.670.000 jiwa, sehingga jika dipersentase ada 26,85 persen penduduk miskin pada tahun ini,”  papar dia.

Pada 2009, jumlah warga miskin sebanyak 111.558 KK dengan 398.009 jiwa, sedangkan jumlah penduduk 1.507.039 jiwa atau 26,41 persen masyarakat miskin. Oleh karena itu jika dibandingkan antara 2011 dengan 2009, katanya, jumlah warga miskin di Kota Semarang pada 2011 naik 0,04 persen.

Ia menjelaskan, jika secara rinci dari total 448.398 jiwa tersebut, terdiri atas 62 KK dengan 168 jiwa termasuk warga yang sangat miskin, 48.257 KK dengan 162.037 jiwa yang masuk kategori miskin, dan ada 80.328 KK dengan 286.193 jiwa merupakan rawan miskin. Dari total 16 kecamatan, jumlah warga miskin terbanyak ada di daerah Semarang Utara dengan 15.628 KK dengan 55.458 jiwa dan Semarang Barat dengan jumlah 15.174 KK dengan 52.805 jiwa. “Semarang Utara banyak warga miskinnya karena banyak nelayannya selain karena jumlah penduduk di daerah tersebut juga banyak,” katanya.

Daerah terendah jumlah warga miskin, di Kecamatan Tugu yakni 4.443 KK dengan 286.193 jiwa. Ia mengatakan, kartu identitas miskin (KIM) akan segera diterbitkan pada 2012. Kartu itu, katanya, dapat untuk pelayanan jaminan kesehatan masyarakat kota (jamkesmaskot) dan layanan pendidikan yang dibiayai APBD Kota Semarang. (ant/JT-1)

Dalam Kota Semarang,Semarang | Tags ,,

Berita terkait

Tinggalkan Pesan

Komentar Terakhir

CLOSE